SBU TRANSBUSWAY

STRUKTUR ORGANISASI STRATEGI BISNIS UNIT (SBU) TRANSBUSWAY PERUM PPD

SBU Transbusway dibentuk berdasarkan SK Direksi Perum PPD Nomor : 07/Sekr/III/2016 tanggal 29 Maret 2016 tentang Organisasi dan Tata Kelola Strategi Bisnis Unit (SBU) Transbusway Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta, kemudian dilakukan revisi karena perlunya perbaikan terhadap organisasi SBU Transbusway, maka dikeluarkan SK Direksi Perum PPD Nomor : 14/Sekr/VI/2016 tanggal 9 Juni 2016 Tentang Perubahan Organisasi dan Tata Kelola Strategi Bisnis Unit (SBU) Transbusway Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta.

Strategi Bisnis Unit Transbusway Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta yang selanjutnya disebut Strategi Bisnis Unit (SBU)Transbusway adalah Unit Usaha pengusahaan Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta.

SBU Transbusway mempunyai tugas pokok melakukan pengelolaan alat produksi, kekayaan perusahaan di lingkungan SBU Transbusway, melakukan pengoperasian bus dalam koridor busway sebagai Bus Rapid Transit angkutan massal, melakukan pengelolaan pemeliharaan secara efesien, efektif, optimal, serta melakukan pengelolaan sumber daya manusia yang disesuaikan dengan arah pengembangan Perusahaan serta perkembangan pangsa pasar. Mengelola seluruh kekayaan Perusahaan dengan pinsip transparan, akuntabel dengan tetap bertujuan meraih keuntungan berdasarkan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan.

Pertamakali Bus SBU Transbusway dioperasikan pada tanggal 11 April 2016 sebanyak 10 unit, kemudian pada tanggal 12 April 2016 menambahkan armada sebanyak 50 unit, selang berjalan waktu bertahap hingga mencapai 450 unit. Bus perum PPD beroperasi di koridor atas dasar kontrak dengan PT. Transportasi Jakarta.